Noah

Diawali bertemu Noah, kisah produser U2 jualan CD di KFC Indonesia

Produser Steve Lillywhite memang dikenal jago menjual musik. Buktinya, produser yang menyabet enam kali Grammy itu pernah mengerjakan rekaman multiplatinum bersama artis-artis seperti U2, the Killers, dan Rolling Stones.

Kini, dia membuktikan kalau dia sungguh-sungguh bisa jualan musik dengan cara yang disebut The New York Times melalui cara yang “sangat tak disangka-sangka”.

Dia menjadi CEO Jagonya Music & Sport Indonesia, sebuah perusahaan di Jakarta yang menjual secara bundling CD musik dengan makanan cepat saji di restoran-restoran KFC seluruh Indonesia.

Ketika industri musik di Amerika Serikat menganggap penjualan musik secara fisik dalam bentuk CD anjlok (menurut laporan Asosiasi Industri Rekaman AS, 99,4 juta CD dijual di AS pada 2016, jumlah paling sedikit sejak 1986), perusahaan Lillywhite  justru menjual 500.000 CD sebulan bersama dengan menu-menu seperti salad  Chick ’N Fillet dan Colonel Yakiniku Rice box.

“Pada dasarnya, pekerjaan saya itu mirip seperti menjalankan perusahaan rekaman, hanya saja perusahaan rekaman yang ini kebetulan juga jualan ayam,” kata Lillywhite (62) yang bertindak sebagai kurator yang memilih musik-musik yang akan dijual di KFC Indonesia.

(Baca juga: U2 gelar tur konser rayakan 30 tahun “Joshua Tree”)

Bertemu Noah

Perjalanan Lillywhite  yang merupakan warga negara Inggris sampai bisa jualan CD di Indonesia bermula enam tahun lalu ketika dia diminta memberikan sambutan di festival musik di Singapura tahun 2011.

Dia bertemu sejumlah orang yang memintanya memproduseri band Noah. Saat dia melakukan perjalanan ke kampung halaman Noah, “mendadak saya jatuh cinta dengan negara ini,” kata Lillywhite.

“Saya suka makanannya, orang-orangnya dan cara mereka menghargai musik sebagai sebuah pengalaman. Sinapsis saya kewalahan dengan semua ini. Saya ngebayangin cuma akan tinggal setahun, tidak ada rencana apa-apa. Pikiran saya hanya akan menyelidiki musik di sini.”

Lillywhite  pindah dari Hollywood ke Indonesia tahun 2014 dan memproduseri sejumlah artis seperti Iwan Fals yang menurutnya musik Iwan Fals mirip “campuran Springsteen dan Dylan.”

PAda Maret 2016, barulah temannya mengenalkan dia pada Ricardo Gelael, direktur PT Fast Food Indonesia, yang punya 570 gerai KFC di seluruh Indonesia.

“CD masih menjadi cara nomor 1 untuk mendapatkan musik di Indonesia. Di sini harga CD sekitar 4 dolar AS atau sekitar Rp53.000-an. Dan karena hampir semua toko CD sudah tutup karena menjamurnya CD bajakan yang murah, KFC jadi satu-satunya tempat untuk beli CD asli sekarang.”

Menurut Lillywhite,KFC di Indonesia punya reputasi agak berkelas, “yah mirip Hard Rock Cafe lah dibanding outlet makanan cepat saji,” kata dia.

Lillywhite mempraktikan apa yang dia sudah pelajari selama ini “membuat emosi orang teraduk-aduk”.

“Orang suka ballad, jazz lembut, dan mereka juga suka menangis. Saya juga menjual album anak-anak,s elain itu ada artis 19 tahun Rizky Fabian dan legenda rock Slank dan album-album kompilasi juga.”

Saat ini, Lillywhite juga berencana akan membuat album duet yang menggabungkan artis Barat dan artis Indonesia. Dia juga tengah memikirkan perusahaan streaming. Sebuah aplikasi ponsel sedang mulai tahun ini.

Lalu, apa pendapat anggota band U2 soal ini?

“Mereka pikir saya gila,” katanya. “Bono bahkan terobsesi mengatakan pada orang-orang ‘kalian tahu apa yang dikerjakan Lillywhite sekarang? Dia kerja di KFC!,”

Sumber


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Bandung Mania

Leave a Comment