blusukan-ke-pasar-2-menteri-ini-beda-pendapat-soal-harga-pangan

Menteri Perdagangan Janji Selesaikan Kenaikan Harga Jelang Ramadan dan Lebaran

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, seolah menjadi kelaziman bahwa harga-harga barang kebutuhan pokok atau sembilan bahan pokok selalu naik di luar batas kewajaran. Hal itu menjadi sorotan khusus Presiden Joko Widodo yang menilai kelaziman ini harus segera dihentikan. Oleh sebab itulah Presiden Jokowi menginstruksikan kepada Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, untuk menuntaskan kenaikan harga yang kerap terjadi di luar batas normal.

Hal ini diakui oleh Menteri Perdagangan Enggartiarto Lukita saat menggelar pertemuan khusus menjelang Ramadan dan hari besar keagamaan yang hanya tinggal beberapa pekan lagi. Menurut Enggartiarto, kebiasaan masyarakat Indonesia yang selalu menganggap wajar kenikan harga secara abnormal terhadap bahan dan kebutuhan pokok jelang Ramadan dan Lebaran, harus segera dirubah.

“Memang kita terbiasa terhadap sesuatu yang tidak normal, sesuatu yang tidak baik, tapi sudah biasa terulang maka itulah yang biasa. Dalam kaitan ini setiap jelang Ramadan dan hal besar keagamaan. Harga bahan pokok dan sembako selalu naik tinggi. Bapak Presiden menginstruksikan saya agar hal ini diselesaikan,” kata Enggartiarto di acara yang dihadiri Sekda Jabar Iwa Karniwa, Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, dan perwakilan unsur terkait di Aula Barat Gedung Sate, Kamis (4/5).

Menurut Enggartiarto, Ramadan dan Lebaran kali ini bertepatan dengan bulan Juni. Sejak dua bulan menjelang yaitu April, sejumlah harga kebutuhan pokok sudah mulai merangkak naik.

“April memang sudah terlihat mulai naik, biasanya, Mei nanti kurvanya (kenaikan harga) akan naik, ini memang harus dipikirkan,” katanya.

Enggartiarto mengatakan bahwa pihaknya ditargetkan bisa menyelesaikan persoalan kenaikan harga ini dalam puasa dan Lebaran tahun ini. Sebab sudah sangat jelas, kata dia, kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Ramadan dan Lebaran ini hanya dinikmati oleh para spekulan harga dan oknum-oknum pengusaha.

“Kenaikan harga ini tidak dinikmati oleh oleh petani dan peternak tapi dinikmati para spekulan dan oknum yang mengambi keuntungan sesaat dan merugikan semua. Tentu kita tidak akan biarkan itu,” ujarnya.

Namun begitu, dia mengakui bahwa hal ini akan menemui banyak kendala di lapangan. Misalnya dalam menentukan disparitas harga dengan para pengusaha, hal ini tentu tidak akan semudah yang dipikirkan.

“Memang yang menjadi persoalan adalah disparitas harga ini. Masalahnya adalah kita memberikan keuntungan kepada pengusaha dengan harga wajar, sementara mereka maunya tinggi,” katanya.

Meski begitu, Enggartiasto mengaku optimistis bahwa tahun ini kenaikan harga tidak akan terjadi terlalu tinggi. Untuk mengtasi kenaikan harga ini, pihaknya sudah bekerjasama denhan Kementerian Pertanian untuk membahas stok pangan.

“Saya bersyukur, tahun lalu kita tidak impor beras, ini membantu deflasi harga!” Katanya.

Tak hanya siap membereskan soal kenaikan harga, Enggartiarto juga berjanji akan menindak pengusaha-pengusaha nakal yang tidak taat aturan. Misalnya pengusaha yang memainkan harga, baik kebutuhan dalam negeri maupun impor.

“Saya sudah ingatkan jajaran saya untuk mencatat setiap perusahaan dan pimpinannya. Jika mereka nakal tidak taat aturan, saya pun akan “lupa” memberi mereka izin lagi,” katanya.

Sumber


Was This Post Helpful:

0 votes, 0 avg. rating

Share:

Bandung Mania

Leave a Comment